Pembukaan FGD Reviu Dokumen SPMI, Sosialisasi SAPTO 2.0, dan Penyelarasaan Kurikulum OBE oleh Rektor UIN Madura
- Diposting Oleh Admin Web Prodi KPI
- Jumat, 6 Februari 2026
- Dilihat 59 Kali
MALANG - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Madura hari ini menggelar FGD dokumen SPMI, Sosialisasi SAPTO 2.0 dan Penyelarasan Kurikukulum Outcome Based Education (OBE) selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Februari 2026, bertempat di Hotel Harris Malang.
Sambutan pembukaan disampaikan oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura, Dr. Mulyadi, S.S., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk kita telaah, koreksi dan mengevaluasi bersama, mengingat ini sebenarnya adalah tagihan ISO yang menjadi temuan tahun 2025 yang lalu. “kami ucapkan terimakasih atas kehadiran bapak/ibu ke acara ini, dan meski ada sebagian yang berhalangan hadir, masih tetap semangat untuk membersamai dengan kami. ”imbuhnya.
Sambutan yang kedua disampaikan oleh Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd. menyampaikan soal bagaimana membangun ekologi atau landasan kuat dalam upaya untuk lebih mempertajam apa yang menjadi landasan-landasan kuat yang akan dilakukan oleh LPM dan akan diberikan pada seluruh unit kelembagaan UIN Madura. "kita butuh deskripsi atau masukan kuat dari bapak/ibu sekalian."katanya.
Lebih lanjut Rektor menyampaikan bahwa ada tiga elemen dasar atau tiga aspek, Pertama yang melandasi universitas bersama yang menjadi cita-cita pembangunan di Republik Indonesia, bagaimana mewujudkan asta cita yang dilakukan secara kuat oleh pemerintah bagaimana membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu dan berkualitas.
Kedua, adalah nalar berpikir menjadi kesempatan yang kuat dalam kesatuan menteri agama, tentunya ada nilai atau landasan yang berpijak oleh kemenag bahwa perguruan tinggi kita ada perbedaan-perbedaan yang kuat dengan perguruan tinggi umum. Yang membedakan adalah mandat ilmu keislaman yang wajib diintegrasikan dan harus kita berikan karakter dengan identitas ilmu kegamaan, bahwa integerasi keilmuan itu melingkupi semua aspek, baik pengetahuan, pemahaman, perilaku atau sikap. Hal inilah yang menjadi telaah atau bahan kajian yang dilakukan dalam kurikulum OBE ini tiga hal yang menjadi landasan; pertama, semangat asta cita, ekoteologi, implementasi kurikulum cinta yang ada di kemenag perguruan tinggi agama Islam. yang ketiga, bahwa landasan yang kita perkuat adalah kampus kita yang menjadi muatan dan menjadi simbol taneyan lanjhang muatan luaran produk yang menjadi identitas spiritual dan tauladan nasional dalam kehidupan sehari-hari, tata nilai, sikap, dan bentuk perilaku akademis yang perlu kita integrasikan untuk saling menguatkan.
"kita kedepan pasti punya impian atau gambaran yang berbeda, kita akan menghasilkan lulusan identitas lokal yang menjadi pijakan kita untuk bangun bersama inilah yang kita sebut dengan distingsi."tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar hasil FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan kampus UIN Madura di masa yang akan datang.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. Maimun, M.H.I, dan UIN Madura, Wakil Rektor 2 Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Mohammad Ali Al-Humaidy, M.Si. direktur Pascasarjana, wakil direktur pascasarjana, Para dekanat fakultas, para kaprodi di semua fakultas, GPM-UPM dan tim LPM serta beberapa unit lainnya. (adm)